Krisnu Prawira Putra

Makanan terakhir yang masuk ke perutmu ; mie ceker ayam. Ingat ketika kamu tertawa saat aku ngawur nyuapin kamu dan kuahnya muncrat ?

Minuman terakhir yg masuk ke kerongkonganmu ; air putih. Ingat ketika kamu mengajakku pergi, km menyempatkan diri minum, lalu menggamit lenganku?

Pakaian terakhir yg kamu kenakan ; kaos hitam, celana abu-abu, sepatu, dan jaket hijau. Ingat ketika kamu meminta pendapatku soal celanamu? Dan aku bilang “okay cool, it suits you. Now we are couple”. Karena aku pun punya celana abu. Lalu kamu tertawa.

Ingat ketika aku berkata “kenapa aku ingin peluk kamu lebih erat ya?” Lalu aku memelukmu dengan sangat erat dan kamu tersenyum, tertawa, sumringah.

Ingat ketika kamu berkata “aku rindu kamu.” Lalu kamu memelukku. Berbagi cerita. Lalu pergi mencari kesenangan.

Itu satu setengah jam yang lalu..

Ingat ketika aku mengusap dahakmu sambil berbisik “keluarin terus dahaknya. Kata dokter kalo dahakmu keluar kamu bisa bernafas.” Lalu kamu batuk kencang, tubuhmu berguncang, dan dahak keluar.

Ingat ketika aku berkata “you die, I die. Aku ga yakin apa di alam sana kita akan bertemu tapi paling gak aku mau mencoba. Aku akan mencobam” lalu seketika lenganmu menggenggamku erat, tubuhmu berguncang dan air mata menetes dari kedua matamu. Kepalamu bergerak2 ke arah suaraku.

Ingat ketika aku tertawa melihat kantung kencingmu yang cepat sekali penuh, dan aku menggantinya sambil berkata “dasar beser.” Hahaha

Ingat ketika aku mengusap wajahmu dari keringat yang terus keluar saat kamu kesakitan, dan aku menangis terisak.

Ingat ketika aku merebahkan kepalaku disampingmu sambil terus memanggil namamu “kembalilah kris, kembali pada kami. Namamu prawira. Prawira itu prajurit. Prajurit pantang menyerah. Dan seumur hidupku, selama kita kenal, aku ga pernah sekalipun ngajarin kamu menyerah.” Lalu kamu terbatuk2 mengeluarkan lendir bercampur darah yang segera kuusap, lalu kamu disuntik, lalu tenggorokanmu disedot suster dengan alat. Kamu tampak kesakitan. Dan tak bisa dibayangkan bagaimana hancurnya hatiku melihatmu seperti itu.

Dear krisnu,
Cintamu terlambat ku sadari. Cintaku terlambat ku tata rapi. Sekarang beri kesempatan untuk kita mencoba lagi. Biarkan aku mengecup keningmu, memelukmu, berbaring di sampingmu, seperti yang selama ini kamu inginkan. Biarkan aku bertengkar , saling memaki, lalu pergi mabuk berdua sambil tertawa.
Dear krisnu,
Kumohonkan pada Tuhan kesembuhanmu. Bukan kematianmu. Tak sekalipun aku hendak berdoa “tuhan beri ia yang terbaik.” Sebab aku takut, sangat takut jika yang terbaik untukmu adalah justru kepergianmu. Sebab aku terlalu takut jika keinginanku, keinginan ibumu dan kawan2mu, berbeda dengan keinginan Tuhan.

Aku tahu kamu ingin keluar dari situasi ini. Keluarlah. Ayo bikin zine, bikin clothingan, bikin band, ayo berjalan denganku. Janjiku akan ku tepati padamu. Tentang hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Terima kasih untuk cintamu.
Dan biarkan aku membalasnya.
Negara – singaraja.
7 mei 2013 – till now.

Love,
Meme.

Titik Klimaks Hubungan Ini.

Dear bombom, keboku,pinguinku, beruangku.

Jangan khawatir. Jangan khawatir. Hubungan kita sudah rumit. Kita dipusingkan dengan segala perbedaan. Agama, watak, sifat, perangai. Jika aku terenggut darimu, itu bukan karena ada laki2 lain. Dan sejauh-jauhnya aku berlari, aku pasti kembali. Jangan khawatir. Aku tidak menyimpan cinta untukmu, tapi aku menyediakan cinta yang akan selalu dan terus ada untuk kamu.

Dear bombom,
Tangan kita pernah terlepas. Tapi akhirnya menggenggam kembali. Kamu pernah terenggut dariku, tapi aku mendapatkanmu kembali. Hal yang sama yang pasti akan terjadi padamu. Aku pasti kembali. Karena sulit bagiku untuk jauh darimu. Kamu yang mengerti bagaimana meredam emosiku yang naik turun. Kamu yang tau apa seleraku, apa kesukaanku, dan bagaimana aku. Kamu yang kuajak menangis ketika aku terluka dan tertawa ketika aku bahagia. Untuk semua peristiwa itu, ya, tentu saja, aku tidak akan menyerah pada hubungan ini. Tidak akan, sayang.

Dear bombom,
Aku memang genit. Ku akui. Aku dekat dengan banyak lelaki. Ku akui. Tapi orang pun bisa melihat tanpa perlu bertanya, aku masih mencintaimu.

Jangan khawatir.
Aku tetap kambingmu. Kelincimu. Aku tetap serigalamu.

Happy Birthday Balada Zine!

Setahun sudah Balada Zine ada.
Tanggal 10 Maret kemarin, Balada Zine pas setahun. Ada banyak kisah perjalanan Balada Zine ini. Suka-duka. Cinta-benci. Semua adalah energi.

Terima kasih untuk kalian semua yg turut menikmati balada, baik berupa cinta, benci, suka dan duka. Balada zine adalah milik kami, milik kalian. Panjang umur DIY local zine !!
Panjang umur Balada Zine! Panjang umur
alam dan manusia!!

Mama, Aku, dan Ayam.

brolan hangat itu :

Ibu : halo kamu dimana?
Aku : di kamar, ibu dimana? Kok blm pulang?
Ibu: lagi beli nasi, kamu mau nasi ?
Aku : mau, nasi apa?
Ibu : nasi di warung Pak Dris ya.
Aku : oke ayamnya banyakin, nasinya dikitin
Ibu : mana bisa? Ada-ada aja kamu
Aku : bisaaaaaaaa
Ibu : gak bisaaaaa mahal kalo ayamnya dibanyakin, dia pake ayam kampung nih!
Aku: ya udah ayam boiler aja!
Ibu : ga bisa! Orang dia udah masaknya ayam kampung!!

(Lalu ribut soal ayam -__-”)

maafin kakak ya dek..

Adek saya menelpon berkali2 dan tak saya angkat karena masih ada pekerjaan. Selesai pekerjaan, saya tidak menghubunginya melainkan langsung pergi bermain. sampai dirumahpun saya tidur, dan waktu bangun tidur saya mendapat sms.

“Kak, :(

Saya balas :
“Ya dek, kakak baru bangun tidur.”

Adik saya balas lagi.
“Sudah bisa ditelpon belum?”

Deg!
Hancur rasanya hati saya.
Bagaimana mungkin adik saya menanyakan hal itu. Saya kakaknya! Kakak kandungnya! Dan sudah seharusnya saya ada untuknya. Adik saya bisa menghubungi saya kapanpun dia mau. Saya yang salah. Bahkan disaat ada kesempatan untuk menghubunginya pun, saya tak menghubunginya.

Dan perasaan bersalah itu masih terbawa sampai sekarang.

stop labelling me!

I’m not as smart as people think I am. Just because I have a zine and band does not mean I’m a smart person.

I’m stupid.
I have not graduated yet from my college for seven years. I never got a scholarship, ever, in my life. I arranged a stupid music for my band. I wrote stupid things in my zine and in this blog.

I’m stupid.
I choosed a wrong guy in my life (2009 – 2011). I got hit on my face but I’m still love him. I got a broken heart when he cheated me with some bitches and yes I still stay with him. But finally. I left those silly things behind. You can call me smart for that. Only that one.

I’m stupid.
And as you see. As you read.
I’m stupid in english, at least I’m trying.

Hakuna Matata

Kamu pernah merasa khawatir berlebihan terhadap hidupmu lalu melihat segalanya dari sudut yang salah? Kamu gugup, kamu kikuk, canggung, minder, berpikir yang tidak-tidak? Saya mengalami itu. Kecemasan dan kekhawatiran berlebihan. Ini pertama kali dalam hidup saya.

Hidup terasa menyebalkan dan saya menangis terus-terusan. Parahnya, saya sendiri tidak tahu apa yang memicu peristiwa itu. Tiba-tiba saja saya sangat ketakutan. Kuliah yang belum selesai-selesai, tuntutan orang tua, tuntutan pekerjaan, melawan diri sendiri agar mau menikah (padahal saya tidak percaya pd pernikahan), hubungan dengan pacar yang lagi runyam dan harus putus waktu itu, ujian kampus yang menjengkelkan, mimpi-mimpi yang belum terwujud, dendam dan peristiwa buruk yang kembali muncul. Kegilaan-kegilaan yang berusaha saya kontrol. Semua, hari itu menimpa kepala saya.

Dan yah.
Hakuna Matata.
(Dibuat oleh : Bombom, Rumah Kecil Tattoo)
(Harga : gratis)
(Dibuat pada : siang yang terik ketika hidup mendadak terasa sangat sulit)

Nama Saya Meme

Nama saya meme.
Saya dibesarkan di kluarga yg bernasab baik. Saya tumbuh di tetangga2 fanatik, di lingkungan agamis dan keluarga besar yang konservatif.

Ibu saya cukup keras masalah agama tapi bukan tipe yang bangunin anak nya pagi2 buta untuk ibadah dan mencubitnya kalo gak mau. Ibu mengingatkan kami untuk ibadah tapi tidak memaksa kami, paling banter ngomel2, mengingatkan antara surga dan neraka. Kalau Bapak saya sangat woles masalah agama, saat puasa pun ketika saya bilang lapar ke bpk, bpk akan mengajak saya membeli bakso, bapak tetep puasa, saya makan, dan ketika sampai rumah ,itu hanya jadi rahasia kita berdua. Bapak ibu tidak pernah ngelesin anak2nya, tp mereka selalu mendampingi kami saat belajar, bagi mereka bodoh atau pintar,itu hanya masalah waktu. Yang penting lulus.

Disaat anak2 permpuan di gang kami brkerudung, ibu tak prnah meminta sya brkrudung tp ttp melarang saya mmakai clana pendek saat pergi kluar. Saat ibu dn bpk tahu sya mrokok, ibu dg sabar mengganti gudang garam saya dg l.a merah, saat sya ngantuk nganterin ibu jam 4 ke gilimanuk cari ikan sger utk wrung, ibu mntraktir sya kopi dn rokok. Tp ibu dan bpk ttp rutin mbritahu utk mengurangi dan brhenti. Peraturan rokoknya sderhana, jngn bl rokok di warung dket2 rumah, dn jangan mrokok d lingk.rumah. No exception.

Pergaulan pun dmikian. Bpk mengijinkan sy brteman dg siapaa sajaa tp tdk megijinkan saya trlibat dsana. Bpk mbiarkan sya main gitar, tp tdk blh punya band. Bpk sy mbiarkan sya menulis tp mlarang sy punya zine. Bpk saya tau saya peduli dg alam, politik dll tp melarang saya utk ikut organisasi, dan berdemo. Bpk mgerti keinginan saya mncari pgalaman krja tp mlarang saya bekerja dn mencoba pkerjaan lain slain yg sudh ditetapkan dia. Bpk saya paham hobi travelling saya, tp ttp tdk memperbolehkan saya pergi. Bpk saya snang kl sy py byk teman, tp tdk boleh masuk dlm komunitas. Bpk ibu saya memberikan sy hape tp hanya blh smsan di kamar, kluar kamar, ke dapur ke ruang tamu, g blh pegeng hp. Kl bpk lg dirumah, ibu lg ad drumah, ga boleh telpon2an. Bapak saya adalah contoh paradoks sempurna.

Masterplan hdup sprti sudah diatur mreka. Dimana saya sekolah, stelah lulus dimana saya kerja, stelah menikah tinggal dimana, dmn saya bangun rumah, they control my personal life dn itu yg bkin saya sangat tdk nyaman.

Bpk dn ibu sya lupa, dg kelonggaran yg dberikan ke saya, sbenernya mreka tlah mbrontak pd tatanan di link.skitar. Ibu tdk kbratan diprotes ttangga saat sya kluar sampai larut, ibu tdk kbratan dicap tdk bs ngurus anak. Bpk tdk prduli tanggapan org ttg saya. Bpk dn ibu tdk mgikuti aturan dn norma yg tmbuh dn hdup skian lama di lingkungan ini. Secara sadar, mreka tlah membrontak. Tp menjadi aneh dimata mereka saat anaknya memberontak. Saya mbrontak krn sy tdk diprbolhkan mnjalani ap yg ingin sya jalani. Prcuma rasanya kelonggaran2 yg mreka brikan ke saya ttp satu sisi menutup jln hdup saya.

Punk, musik, zine adlh hal yg sulit baginya utk diterima masuk dlm hdup saya. Smpai2 utk membicarakan zine, saat sy hrus menelpon dewik dn kwn2 lainnya, sya harus diam2, hrus mencari wktu saat bpk tdk sdang dirumah, hanya agar bpk sy tdk marah terus. Dia sudh ckup tua dan lelah utk terus memarahi saya.
Dan saya pun sdang mencari cara yg lebih manis utk bs trus mnjalani passion saya. Cra2 oldskul yg saya pakai utk mbrontak sperti protes dg adu mulut, bentakan, pergi dari rumah, adlh cara2 yg hrus saya jadikan ultimum remidium. Skrg sya brusaha menjalani passion saya wlaupun hrus backstreet dr orgtua saya. Kesemuanya agar sama2 enak. Saya tetep bisa menjalani passion, dan orgtua saya ga jantungan dn marah2 terus.